PRAKTIKUM 4 : Pengenalan Subnet Mask dan Membuat Jaringan Wireless pada Cisco Packet Tracer

 

Pengenalan Subnet Mask dan Membuat Jaringan Wireless pada Cisco Packet Tracer 


Subnet Mask digunakan untuk mengetahui jumlah host yang pas dalam suatu jaringan, misalkan subnet mask berbasis /29 yaitu 255.255.255.248 mencakup 6 host. Subnet mask juga biasa digunakan untuk membedakan kelas IP antara suatu jaringan. Selain itu, pada praktikum kali ini juga membahas mengenai pembuatan jaringan Wireless (Nirkabel) yang dihubungkan dengan Router. Dengan membuat jaringan Wireless, kita tidak memerlukan kabel fisik untuk menyambungkannya, cukup dengan menggunakan Access Point saja dan komputer dapat terhubung.


Prosedur Praktikum :

1.      Siapkan peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan praktikum.

a.       Komputer/Laptop

Gambar 1.1 Laptop

 

b.      Aplikasi Cisco Packet Tracer

Gambar 1.2 Aplikasi Cisco Packet Tracer

 

 

2.      Buka aplikasi Cisco Packet Tracer.

Gambar 2.1 Membuka Cisco Packet Tracer

 

Setelah itu akan muncul tampilan login seperti ini yang dibawah ini,

Gambar 2.2 Gambar menu login pada Aplikasi Cisco Packet Tracer

 

Menu “Networking Academy” berisi kelas-kelas pemula dan pengajaran tentang keterampilan jaringan dan lain-lain, sedangkan menu “Skill For All” berisi menu tentang semua kelas yang tersedia di Cisco Networking Academy. Kamu bisa login ketika kamu mempunyai akun Cisco, tetapi jika belum kamu bisa membuat akun baru terlebih dahulu. Untuk menu login terserah untuk pilih menu yang mana, tetapi ingat untuk mencentang bagian “Keep Me Logged In” agar waktu membuka aplikasi Cisco tidak perlu mengulang login lagi.

 

3.      Tampilan Aplikasi Cisco Packet Tracer.

Gambar 3.1 Aplikasi Cisco Packet Tracer

 

Setelah itu, pilih bagian Place Note atau pencet tombol ‘N’ untuk shortcutnya, kemudian sentuh bagian mana saja yang diinginkan untuk menaruh nama dan nim.

Gambar 3.2 Proses menulis nama dan nim

 

Gambar 3.3 Nama dan NIM yang sudah ditulis

 

4.      Kemudian kerjakan Tugas Praktikum Pertemuan 4 Jaringan Komputer yang diberikan :

a.       Buatlah desain jaringan dengan syarat seperti berikut :

1. Memiliki dua jaringan yang terdiri dari jaringan A dan B di mana masing-masing jaringan memiliki 3 client, 1 Access Point, dan 1 Server.

2. Pada jaringan A menggunakan IP kelas B dan jaringan B menggunakan IP kelas C.

3. IP pada masing-masing jaringan dibagikan secara DHCP melalui server.

4. Jaringan A dan B dihubungkan dengan router.

5. Pengaturan router wajib melalui CLI.

6. Jangan lupa modul masing-masing PC/Laptop diganti menjadi modul wireless.

 

5.      Pertama yaitu kita membuat desain 2 buah jaringan, yaitu Jaringan A dan Jaringan B. Selanjutnya pada jaringan tersebut masukkan device-device seperti pada tugas yang diberikan: 3 Client (PC/Laptop), 1 Access Point, dan 1 Server. Karena kita akan menghubungkan kedua jaringan tersebut maka kita juga perlu memasukkan Switch pada masing-masing jaringan dan sebuah Router untuk menghubungkan kedua jaringan tersebut.

 

Gambar 5.1 Desain jaringan yang dibuat

 

6.      Selanjutnya hubungkan server dan access point jaringan A dan jaringan B ke switch masing-masing jaringan.

Gambar 6.1 Menghubungkan Access Point, Switch, dan Server pada Kedua Jaringan

 

7.      Selanjutnya, konfigurasi IP pada kedua server tersebut sekaligus mengatur DHCP pada komputer. Pada jaringan A, kita menggunakan IP Address kelas B dan pada jaringan B kita menggunakan IP Address kelas C.

Gambar 7.1 Tabel Subnetting untuk kelas B

 

Gambar 7.2 Tabel Subnetting untuk kelas C

 

Gambar 7.3 IP Configuration pada Server Jaringan A

 

Gambar 7.4  DHCP Configuration pada Server Jaringan A

 

Gambar 7.5 IP Configuration pada Server Jaringan B

 

Gambar 7.6 DHCP Configuration pada Server Jaringan B

 

 

 

8.      Langkah selanjutnya adalah mengkonfigurasi agar komputer pada jaringan dapat menerima Access Point dari masing-masing jaringan. Caranya adalah, klik pada Access Point, kemudian masuk ke tab config, dan atur di port 1. Ubah SSID menjadi nama jaringan, disini kita bisa menggunakan “Wifi A” sebagai namanya. Setelah itu, ubah pada Authentication pilih Antara WPA-PSK atau WPA2-PSK dan atur Password untuk Access Pointnya supaya ketika client ingin menyambungkan kedalam Access Point diharuskan untuk memasukkan Password. Lalu lakukan hal yang sama pada Access Point Jaringan B, tetapi pada Jaringan B untuk Authentication nya tetap di Disable, jadi untuk menghubungkan kedalam Access Point jaringan B tidak memerlukan Password.

 

Gambar 8.1 Mengatur Nama dan Password Access Point Jaringan A

 

Gambar 8.2 Mengatur Nama Access Point Jaringan B

 

 

 

 

9.      Selanjutnya, yaitu untuk menghubungkan PC/Laptop dengan Access Point, kita memerlukan port untuk WLAN Card. Tujuannya agar PC/Laptop dan Access Point dapat terhubung. Caranya, masuk ke physical pada PC/Laptop, lalu matikan terlebih dahulu PC/Laptop nya. Setelah itu, lepas PT-HOST-NM-1CFE yang terpasang pada PC/Lapop dengan drag and drop ke sebelah kiri. Lalu, drag WMP300N untuk PC dan WPC300N untuk Laptop, ke port yang kosong tadi sehingga WLAN dapat terpasang dengan baik. Dan jangan lupa untuk menyalakan komputernya kembali.

 

Gambar 9.1 MeemasangWMP300N pada PC

 

Gambar 9.2 Memasukan Router kedalam project

 

 

10.  Langkah selanjutnya, yaitu menghubungkan PC/Laptop dengan Access Point, karena kita sudah memasang port untuk WLAN Card. Caranya adalah dengan masuk ke tab desktop dan klik PC Wireless untuk menghubungkan PC/laptop tersebut dengan Access Point. Setelah masuk ke menu PC Wireless, maka selanjutnya pergi ke tab connect dan pilih tombol refresh, lalu tunggu beberapa saat. Setelah itu, klik Access Point sesuai jaringan dari komputer tersebut dan klik tombol Connect sehingga komputer akan terhubung dengan Access Point. Lakukan langkah ini berulang kali pada semua komputer di jaringan A dan jaringan B.

Gambar 10.1 Menghubungkan PC0 dengan Wifi A

 

Gambar 10.2 Memasukkan Password untuk menghubungkan ke Wifi A

 

Gambar 10.3 PC0 telah terhubung dengan Wifi A

 

Gambar 10.4 Menghubungkan Laptop0 dengan Wifi B

 

Gambar 10.1 Laptop0 yang sudah terhubung dengan Wifi B

 

 

11.  Langkah selanjutnya adalah untuk membuat PC/Laptop tersebut dapat menerima DHCP. Atur PC/Laptop tersebut sehingga dapat menerima DHCP pada server menggunakan services. Dengan cara, klik PC/Laptop yang ingin diatur kemudian masuk kedalam desktop, setelah itu pilih IP Configuration, kemudian pilih yang DHCP. Lakukan hal ini berulang kali hingga semua PC/Laptop menerima IP Address yang diberikan DHCP.

Gambar 11.1 PC yang sudah mendapatkan IP Address melalui DHCP

 

Gambar 11.2 Laptop yang sudah mendapatkan IP Address melalui DHCP

 

12.  Langkah selanjutnya, Untuk menghubungkan kedua Jaringan dengan cara menghubungkan kabel pada Switch Jaringan A dan Switch Jaringan B dengan router menggunakan CLI.

Gambar 12.1 Menghubungkan Router dengan Switch pada Jaringan A

 

Gambar 12.2 Menghubungkan Router dengan Switch pada Jaringan B


Gambar 12.3 Kedua jaringan sudah terhubung melalui Router

 

13.  Langkah terakhir, mencoba melakukan ping IP Address dari jaringan A ke jaringan B untuk membuktikan bahwa jaringan tersebut terhubung dengan baik dan benar. Lakukan ping dengan cara, klik pada PC/Laptop yang ingin melakukan ping. Kemudian pilih desktop, selanjutnya pilih Command Prompt kemudian didalam Command Prompt ketik “ping IP_Address_yang_dituju” contoh “ping 199.178.123.3” setelah itu pencet enter, kemudian tunggu hingga ping selesai. Jika ping berhasil berarti kedua jaringan terhubung dengan baik dan benar.

Gambar 13.1 Melakukan ping dari Jaringan A ke Jaringan B

*Catatan: Ketika menjalankan perintah ping! Pada dua jaringan dengan Kelas yang berbeda pertama kali pasti akan ada satu paket yang hilang karena perbedaan itu, tetapi ketika sudah dilakukan, maka tidak ada lagi paket yang hilang.

 Diagnosa dan Troubleshooting Masalah :

1.      Masih sering terjadi kesalahan pada waktu pengaturan Router menggunakan CLI. Cara mengatasinya adalah dengan lebih teliti dalam memasukan command.

2.      Lupa memasang port untuk WLAN Card pada PC/Laptop sehingga PC/Laptop tidak dapat terhubung dengan Access Point.

Cara mengtasinya memeriksa kembali apakah PC/Laptop sudah terpasang dengan port WLAN card

 Kesimpulan Percobaan :

1.    DHCP juga bisa digunakan pada jaringan wireless yang berguna untuk memberikan IP kepada Client dari Server secara otomatis.

2.    Router juga bisa digunakan untuk menghubungkan dua jaringan wireless dengan kelas berbeda.

3.    Subnet Mask berguna untuk menentukan jumlah host pada suatu jaringan sehingga bisa digunakan untuk mengatur berapa banyak IP Address yang bisa dibuat oleh DHCP.

4.    Untuk menghubungkan PC/Laptop pada Access Point memerlukan port WLAN Card agar PC/Laptop bisa terhubung.

 

Comments

Popular Posts