|
Prosedur Praktikum :
1.
Siapkan
peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan praktikum.
a. Komputer/Laptop
Gambar 1.1 Laptop
b. Aplikasi Cisco
Packet Trace
Gambar 1.2 Aplikasi
Cisco Packet Tracer
2.
Buka aplikasi
Cisco Packet Tracer,
Gambar 2.1 Membuka
Cisco Packet Tracer
Setelah itu akan
muncul tampilan login seperti ini yang dibawah ini,
Gambar 2.2 Gambar
menu login pada Aplikasi Cisco Packet Tracer
Menu “Networking Academy” berisi kelas-kelas pemula dan
pengajaran tentang keterampilan jaringan dan lain-lain, sedangkan menu
“Skill For All” berisi menu tentang semua kelas yang tersedia di Cisco
Networking Academy. Kamu bisa login ketika kamu mempunyai akun Cisco,
tetapi jika belum kamu bisa membuat akun baru terlebih dahulu. Untuk menu
login terserah untuk pilih menu yang mana, tetapi ingat untuk mencentang
bagian “Keep Me Logged In” agar waktu membuka aplikasi Cisco tidak perlu
mengulang login lagi.
3.
Tampilan
Aplikasi Cisco Packet Tracer.
Gambar 3.1 Aplikasi Cisco Packet Tracer
Setelah itu, pilih
bagian Place Note atau pencet tombol ‘N’ untuk shortcutnya, kemudian sentuh
bagian mana saja yang diinginkan untuk menaruh nama dan nim.
Gambar 3.2 Proses
menulis nama dan nim
Gambar 3.3 Nama dan NIM yang sudah ditulis
4.
Kemudian
kerjakan Tugas Praktikum Pertemuan 4 Jaringan Komputer yang diberikan :
Buat 4 buah jaringan VLAN yang terdiri dari minimal 4
buah perangkat. Buat semua jaringan VLAN dapat terhubung. Dan berikan
penanda unik sebagai identitas dari setiap VLAN.
Kemudian berikan layanan Web Server di masing-masing
jaringan VLAN, desain halaman bebas dan ada foto diri masing masing disalah
satu jaringan, Tampilan web server harus berbeda-beda pada tiap segmen
VLAN, contoh home, biodata, kontak dll. Tampilkan halaman web pada Client
untuk melakukan pengujian.
Note:
Gunakan VLAN 100, 200, 300, dan 400
5.
Pertama yaitu Untuk membuat VLAN,
kita perlu membuat empat buah jaringan yang terkoneksi dalam 1 buah switch.
Disini kita bisa memisalkan nama jaringan dengan membuat jaringan pertama
dengan nama Ruang_1, jaringan kedua dengan Ruang_2, jaringan ketiga dengan
Ruang_3, dan jaringan keempat dengan Ruang_4. Dan tetapkan sebanyak 1
server dan 4 komputer (PC/Laptop) pada masing-masing jaringan.
Gambar 5.1 Desain jaringan yang dibuat
6.
Selanjutnya
hubungkan masing-masing jaringan dengan switch pada port yang telah
ditentukan, yaitu :
a.
Port 1-5 untuk
jaringan Ruang_1
b.
Port 6-10
untuk jaringan Ruang_2
c.
Port 11-15
untuk jaringan Ruang_3
d.
Port 16-20
untuk jaringan Ruang_4
Pada setiap jaringan, Port 1, 6, 11, dan 16 conect pada
server pada masing-masing jaringan, dan port 24 ditetapkan untuk Router.
Gambar 6.1 Masing-masing jaringan sudah
terhubung dengan Switch
7.
Selanjutnya,
konfigurasi IP dan DHCP server pada masing-masing jaringan. Disini kita
dapat menggunakan IP kelas C dengan subnet mask /28 255.255.255.248 untuk
mengkonfigurasi alamat IP pada Server supaya tidak banyak host yang
terbuang, dan atur Maximum Number of Users pada DHCP menjadi 4, karena kita
hanya menggunakan 4 komputer.
Gambar 7.1 Tabel Subnetting untuk kelas C
Gambar 7.2 IP Configuration pada Server Ruang_1
Gambar 7.3 DHCP Configuration pada Server Ruang_1
Gambar 7.4 IP Configuration pada Server Ruang_2
Gambar 7.5 DHCP Configuration pada Server Ruang_2
Gambar 7.6 IP Configuration pada Server Ruang_3
Gambar 7.7 DHCP Configuration pada Server Ruang_3
Gambar 7.8 IP Configuration pada Server Ruang_4
Gambar 7.9 DHCP Configuration pada Server Ruang_4
Gambar 7.10 Masing-masing server jaringan dan IP
Addressnya
8.
Langkah selanjutnya adalah mengkonfigurasi
VLAN pada Switch. Caranya adalah, klik pada Switch, kemudian masuk ke
bagian CLI. Pertaman kita buat 4 buah VLAN yaitu :
a.
vlan 100
Ruang_1
b.
vlan 200
Ruang_2
c.
vlan 300
Ruang_3
d.
vlan 400
Ruang_4
Gambar
8.1 Membuat 4 buah VLAN pada Switch
Gambar
8.2 Tampilan VLAN sudah aktif
9.
Selanjutnya,
memasukan masing-masing port pada Switch ke VLAN yang telah dibuat.
a.
Port 1-5 untuk
jaringan Ruang_1, vlan 100
b.
Port 6-10
untuk jaringan Ruang_2, vlan 200
c.
Port 11-15
untuk jaringan Ruang_3, vlan 300
d.
Port 16-20
untuk jaringan Ruang_4, vlan 400
Gambar
9.1 Mengatur Port 1-5 pada Jaringan Ruang_1 dengan vlan 100
Gambar
9.2 Mengatur Port 6-10 pada Jaringan Ruang_2 dengan vlan 200
Gambar
9.3 Mengatur Port 11-15 pada Jaringan Ruang_3 dengan vlan 300. Dan mengatur
Port 16-20 pada Jaringan Ruang_4 dengan vlan 400
Gambar
9.4 Masing-masing Port sudah terhubung dengan VLAN yang sudah di tentukan
10.
Langkah
selanjutnya, yaitu untuk menghubungkan semua jaringan pada VLAN,
membutuhkan sebuah Router.
Gambar 10.1 Menambahkan sebuah Router yang terhubung
dengan Switch
11.
Langkah selanjutnya adalah melakukan Konfigurasi pada Router
menggunakan CLI. Dengan cara, klik
pada Router kemudian lakukan command seperti berikut:
Gambar
11.1 Konfigurasi VLAN pada Router
Gambar
11.2 Konfigurasi VLAN pada Router berhasil
Gambar
11.3 VLAN pada Switch dan Router berhasil terhubung
12.
Langkah
selanjutnya, mengubah Port yang terhubung dengan Router ke mode Trunk pada
Switch. Dengan cara sebagai berikut :
Gambar
12.1 Mengubah Port yang terhubung
dengan Router ke mode Trunk pada Switch
13.
Setelah itu, Setting DHCP pada masing-masing komputer di setiap
jaringan. Dengan cara, klik pada komputer kemudian pilih desktop, pilih
menu IP Configuration, kemudian klik pada DHCP dan tunggu hingga IP Address
berhasil didapatkan. Lakukan hal ini pada setiap komputer di setiap
jaringan.
Gambar
13.1 Konfigurasi DHCP pada salah
satu komputer
14.
Langkah selanjutnya, mencoba
melakukan ping IP Address dari jaringan yang diinginkan.
Gambar
14.1 Melakukan ping dari komputer Jaringan Ruang_1 (PC 1.1) ke komputer
Jaringan Ruang_2 (PC 2.1)
Gambar
14.2 Melakukan ping dari komputer Jaringan Ruang_3 (PC 3.1) ke komputer
Jaringan Ruang_4 (PC 4.1)
*Catatan: Ketika menjalankan perintah
ping! Pada dua jaringan dengan Kelas yang berbeda pertama kali pasti akan
ada satu paket yang hilang karena perbedaan itu, tetapi ketika sudah
dilakukan, maka tidak ada lagi paket yang hilang.
15.
Setelah semua komputer telah mendapatkan alamat IP masing-masing,
langkah selanjutnya Konfigurasi HTTP pada Server untuk dijadikan sebagai
Web Server sehingga nantinya bisa diakses oleh komputer lain. Caranya klik
pada server lalu masuk ke Services, setelah itu klik HTTP dan masukkan
source kode HTML halaman web yang ingin ditampilkan sesuai kebutuhan. Setelah
itu, klik salah satu komputer lalu masuk ke tab Desktop, lalu klik Web
Browser. Masukkan IP dari server tersebut, maka web akan ditampilkan dengan
baik.
Gambar
15.1 html pada server Ruang_1
Gambar
15.2 html pada server Ruang_2
Gambar
15.3 html pada server Ruang_3
Gambar
15.4 html pada server Ruang_4
Gambar
15.5 tampilan webserver Ruang_1
Gambar
15.6 tampilan webserver Ruang_2
Gambar
15.7 tampilan webserver Ruang_3
Gambar
15.8 tampilan webserver Ruang_4
|
Comments
Post a Comment