PRAKTIKUM 5 : Konfigurasi WebServer dan Simulasi VLAN pada Cisco Packet Tracer

 


Pada praktikum kali ini membahas mengenai Konfigurasi WebServer dan Simulasi VLAN. Web server adalah perangkat lunak (software) yang berfungsi untuk melayani permintaan (request) dari pengguna melalui jaringan komputer, biasanya melalui protokol HTTP (Hypertext Transfer Protocol). Web server pada Cisco Packet Tracer adalah sebuah perangkat yang dijadikan sebagai tempat penyimpanan file HTML, CSS, JavaScript, dan gambar-gambar yang dibutuhkan oleh sebuah situs web.

Dalam Cisco Packet Tracer, web server bisa direpresentasikan oleh beberapa perangkat, seperti router, switch, atau server. Namun, umumnya web server pada Cisco Packet Tracer direpresentasikan oleh server, karena server memiliki kemampuan yang lebih lengkap dalam menjalankan perangkat lunak web server.

Dengan menggunakan web server pada Cisco Packet Tracer, pengguna dapat membuat situs web dan mengaksesnya dari perangkat lain di dalam jaringan, seperti komputer atau smartphone. Pengguna juga dapat mengatur pengaturan server, seperti konfigurasi port, pemantauan akses, dan keamanan.

VLAN (Virtual Local Area Network) adalah teknologi jaringan yang memungkinkan pemisahan logis dari jaringan fisik menjadi beberapa jaringan virtual yang terpisah satu sama lain. Dalam VLAN, beberapa perangkat yang berbeda dapat diatur agar terhubung ke jaringan virtual yang sama, meskipun mereka berada pada jaringan fisik yang sama.

Pada Cisco Packet Tracer, VLAN dapat direpresentasikan sebagai segmen jaringan virtual yang terisolasi dan memiliki identitas jaringan yang unik. VLAN pada Cisco Packet Tracer dapat diimplementasikan pada perangkat seperti switch, router, atau server, dan setiap VLAN dapat memiliki pengaturan konfigurasi yang berbeda-beda, seperti alamat IP dan akses jaringan.

Prosedur Praktikum :

1.      Siapkan peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan praktikum.

a.       Komputer/Laptop

Gambar 1.1 Laptop

 

b.      Aplikasi Cisco Packet Trace

Gambar 1.2 Aplikasi Cisco Packet Tracer

 

 

2.      Buka aplikasi Cisco Packet Tracer,

Gambar 2.1 Membuka Cisco Packet Tracer

 

Setelah itu akan muncul tampilan login seperti ini yang dibawah ini,

Gambar 2.2 Gambar menu login pada Aplikasi Cisco Packet Tracer

 

Menu “Networking Academy” berisi kelas-kelas pemula dan pengajaran tentang keterampilan jaringan dan lain-lain, sedangkan menu “Skill For All” berisi menu tentang semua kelas yang tersedia di Cisco Networking Academy. Kamu bisa login ketika kamu mempunyai akun Cisco, tetapi jika belum kamu bisa membuat akun baru terlebih dahulu. Untuk menu login terserah untuk pilih menu yang mana, tetapi ingat untuk mencentang bagian “Keep Me Logged In” agar waktu membuka aplikasi Cisco tidak perlu mengulang login lagi.

 

3.      Tampilan Aplikasi Cisco Packet Tracer.

Gambar 3.1 Aplikasi Cisco Packet Tracer

 

Setelah itu, pilih bagian Place Note atau pencet tombol ‘N’ untuk shortcutnya, kemudian sentuh bagian mana saja yang diinginkan untuk menaruh nama dan nim.

Gambar 3.2 Proses menulis nama dan nim

 

Gambar 3.3 Nama dan NIM yang sudah ditulis

 

4.      Kemudian kerjakan Tugas Praktikum Pertemuan 4 Jaringan Komputer yang diberikan :

Buat 4 buah jaringan VLAN yang terdiri dari minimal 4 buah perangkat. Buat semua jaringan VLAN dapat terhubung. Dan berikan penanda unik sebagai identitas dari setiap VLAN.

Kemudian berikan layanan Web Server di masing-masing jaringan VLAN, desain halaman bebas dan ada foto diri masing masing disalah satu jaringan, Tampilan web server harus berbeda-beda pada tiap segmen VLAN, contoh home, biodata, kontak dll. Tampilkan halaman web pada Client untuk melakukan pengujian.

Note:

Gunakan VLAN 100, 200, 300, dan 400

 

5.      Pertama yaitu Untuk membuat VLAN, kita perlu membuat empat buah jaringan yang terkoneksi dalam 1 buah switch. Disini kita bisa memisalkan nama jaringan dengan membuat jaringan pertama dengan nama Ruang_1, jaringan kedua dengan Ruang_2, jaringan ketiga dengan Ruang_3, dan jaringan keempat dengan Ruang_4. Dan tetapkan sebanyak 1 server dan 4 komputer (PC/Laptop) pada masing-masing jaringan.

Gambar 5.1 Desain jaringan yang dibuat

 

6.      Selanjutnya hubungkan masing-masing jaringan dengan switch pada port yang telah ditentukan, yaitu :

a.       Port 1-5 untuk jaringan Ruang_1

b.      Port 6-10 untuk jaringan Ruang_2

c.       Port 11-15 untuk jaringan Ruang_3

d.      Port 16-20 untuk jaringan Ruang_4

Pada setiap jaringan, Port 1, 6, 11, dan 16 conect pada server pada masing-masing jaringan, dan port 24 ditetapkan untuk Router.

Gambar 6.1 Masing-masing jaringan sudah terhubung dengan Switch

 

7.      Selanjutnya, konfigurasi IP dan DHCP server pada masing-masing jaringan. Disini kita dapat menggunakan IP kelas C dengan subnet mask /28 255.255.255.248 untuk mengkonfigurasi alamat IP pada Server supaya tidak banyak host yang terbuang, dan atur Maximum Number of Users pada DHCP menjadi 4, karena kita hanya menggunakan 4 komputer.

 

Gambar 7.1 Tabel Subnetting untuk kelas C

 

Gambar 7.2 IP Configuration pada Server Ruang_1

 

Gambar 7.3 DHCP Configuration pada Server Ruang_1

 

Gambar 7.4 IP Configuration pada Server Ruang_2

 

Gambar 7.5 DHCP Configuration pada Server Ruang_2

 

Gambar 7.6 IP Configuration pada Server Ruang_3

 

Gambar 7.7 DHCP Configuration pada Server Ruang_3

 

Gambar 7.8 IP Configuration pada Server Ruang_4

 

Gambar 7.9 DHCP Configuration pada Server Ruang_4

 

Gambar 7.10 Masing-masing server jaringan dan IP Addressnya

 

8.      Langkah selanjutnya adalah mengkonfigurasi VLAN pada Switch. Caranya adalah, klik pada Switch, kemudian masuk ke bagian CLI. Pertaman kita buat 4 buah VLAN yaitu :

a.       vlan 100 Ruang_1

b.      vlan 200 Ruang_2

c.       vlan 300 Ruang_3

d.      vlan 400 Ruang_4

 

Gambar 8.1 Membuat 4 buah VLAN pada Switch

 

Gambar 8.2 Tampilan VLAN sudah aktif

 

 

 

 

9.      Selanjutnya, memasukan masing-masing port pada Switch ke VLAN yang telah dibuat.

a.       Port 1-5 untuk jaringan Ruang_1, vlan 100

b.      Port 6-10 untuk jaringan Ruang_2, vlan 200

c.       Port 11-15 untuk jaringan Ruang_3, vlan 300

d.      Port 16-20 untuk jaringan Ruang_4, vlan 400

 

Gambar 9.1 Mengatur Port 1-5 pada Jaringan Ruang_1 dengan vlan 100

 

Gambar 9.2 Mengatur Port 6-10 pada Jaringan Ruang_2 dengan vlan 200

 

Gambar 9.3 Mengatur Port 11-15 pada Jaringan Ruang_3 dengan vlan 300. Dan mengatur Port 16-20 pada Jaringan Ruang_4 dengan vlan 400

 

Gambar 9.4 Masing-masing Port sudah terhubung dengan VLAN yang sudah di tentukan

 

10.  Langkah selanjutnya, yaitu untuk menghubungkan semua jaringan pada VLAN, membutuhkan sebuah Router.

Gambar 10.1 Menambahkan sebuah Router yang terhubung dengan Switch

 

11.  Langkah selanjutnya adalah melakukan Konfigurasi pada Router menggunakan CLI. Dengan cara, klik pada Router kemudian lakukan command seperti berikut:

Gambar 11.1 Konfigurasi VLAN pada Router

 

Gambar 11.2 Konfigurasi VLAN pada Router berhasil

 

Gambar 11.3 VLAN pada Switch dan Router berhasil terhubung

 

12.  Langkah selanjutnya, mengubah Port yang terhubung dengan Router ke mode Trunk pada Switch. Dengan cara sebagai berikut :

Gambar 12.1 Mengubah Port yang terhubung dengan Router ke mode Trunk pada Switch

 

13.  Setelah itu, Setting DHCP pada masing-masing komputer di setiap jaringan. Dengan cara, klik pada komputer kemudian pilih desktop, pilih menu IP Configuration, kemudian klik pada DHCP dan tunggu hingga IP Address berhasil didapatkan. Lakukan hal ini pada setiap komputer di setiap jaringan.

Gambar 13.1 Konfigurasi DHCP pada salah satu komputer

 

14.  Langkah selanjutnya, mencoba melakukan ping IP Address dari jaringan yang diinginkan.

Gambar 14.1 Melakukan ping dari komputer Jaringan Ruang_1 (PC 1.1) ke komputer Jaringan Ruang_2 (PC 2.1)

 

Gambar 14.2 Melakukan ping dari komputer Jaringan Ruang_3 (PC 3.1) ke komputer Jaringan Ruang_4 (PC 4.1)

 

*Catatan: Ketika menjalankan perintah ping! Pada dua jaringan dengan Kelas yang berbeda pertama kali pasti akan ada satu paket yang hilang karena perbedaan itu, tetapi ketika sudah dilakukan, maka tidak ada lagi paket yang hilang.

 

15.  Setelah semua komputer telah mendapatkan alamat IP masing-masing, langkah selanjutnya Konfigurasi HTTP pada Server untuk dijadikan sebagai Web Server sehingga nantinya bisa diakses oleh komputer lain. Caranya klik pada server lalu masuk ke Services, setelah itu klik HTTP dan masukkan source kode HTML halaman web yang ingin ditampilkan sesuai kebutuhan. Setelah itu, klik salah satu komputer lalu masuk ke tab Desktop, lalu klik Web Browser. Masukkan IP dari server tersebut, maka web akan ditampilkan dengan baik.

Gambar 15.1 html pada server Ruang_1

Gambar 15.2 html pada server Ruang_2

Gambar 15.3 html pada server Ruang_3

Gambar 15.4 html pada server Ruang_4

Gambar 15.5 tampilan webserver Ruang_1

 

Gambar 15.6 tampilan webserver Ruang_2

Gambar 15.7 tampilan webserver Ruang_3

Gambar 15.8 tampilan webserver Ruang_4

 Diagnosa dan Troubleshooting Masalah :

1.      Masih sering terjadi kesalahan pada waktu pengaturan Switch dan Router menggunakan CLI. Cara mengatasinya adalah dengan lebih teliti dalam memasukan command.

2.      Kesulitan waktu membuat desai web server yang bagus. Cara mengtasinya adalah dengan lebih banyak berlatih lagi.

 Kesimpulan Percobaan :

1.      VLAN memudahkan untuk memisahkan port antar jaringan menggunakan sebuah Switch dan Router.

2.      Router juga bisa digunakan untuk menghubungkan dua jaringan wireless dengan kelas berbeda.

3.      Server dapat bertindak sebagai Web Server agar dapat diakses oleh Client lain menggunakan alamat IP.

4.      Web Server bisa dibuat didalam service yg disediakan oleh server kemudian pada HTTP, dan bisa memasukkan kode yang diinginkan didalamnya.

5.      Membuat vlan dalam sebuah switch berguna agar lebih hemat biaya, karena hanya dengan menggunakan 1 buah switch bisa menghubungkan jaringan berbeda.

 

Comments

Popular Posts